Artikel

Flowmeter Supply dan Return Mesin Kapal: Kenapa Perlu Dua

Flowmeter supply dan return adalah cara standar untuk mengukur BBM yang benar-benar dibakar mesin diesel kapal. Banyak pemilik kapal kaget bahwa satu flowmeter tidak cukup: pasang satu meter saja di jalur BBM, dan angka yang terbaca akan jauh lebih besar dari konsumsi mesin sebenarnya. Penyebabnya ada di cara kerja sistem BBM mesin, dan ini penting buat siapa pun yang ingin angka konsumsi BBM terukur, bukan estimasi.

Kenapa mesin menerima BBM lebih banyak dari yang dibakar

Di kebanyakan mesin diesel kapal, sistem BBM mengirim lebih banyak solar ke mesin daripada yang dibutuhkan mesin pada saat itu. Pompa BBM menjaga aliran dan tekanan yang stabil di sistem injeksi, dan kelebihannya dikirim balik lewat jalur return ke tangki harian, tangki servis, atau tangki pencampur.

Sirkulasi ini memang disengaja. BBM berlebih membantu menjaga tekanan tetap stabil di berbagai beban, membawa panas dari peralatan injeksi, dan membantu membuang udara serta uap dari sistem. Berapa banyak BBM yang kembali bergantung pada desain mesin dan bebannya. Saat beban rendah, sebagian besar BBM yang dikirim ke mesin bisa langsung kembali.

BBM yang kembali itu tidak pernah terbakar. BBM tersebut masuk lagi ke tangki dan nantinya dikirim lagi ke mesin.

Cara kerja flowmeter supply dan return mesin kapal

Karena sebagian BBM kembali, konsumsi adalah selisih kedua aliran:

BBM terbakar = BBM di jalur supply − BBM di jalur return

Satu flowmeter dipasang di jalur supply menuju mesin, satu lagi di jalur return yang kembali ke tangki, lalu sistem mengurangkan keduanya.

Contoh hitungan, dengan angka yang hanya ilustrasi:

| Jalur | Aliran (contoh) | |---|---| | Supply ke mesin | 150 L/jam | | Return ke tangki | 110 L/jam | | BBM yang benar-benar terbakar | 40 L/jam |

Kalau hanya meter supply yang dibaca dalam contoh ini, konsumsi akan terlihat beberapa kali lebih besar dari kenyataannya. Perbandingan supply dan return berbeda di setiap mesin dan berubah mengikuti beban, dan justru karena itulah angkanya harus diukur, bukan diasumsikan.

Temperatur dan densitas: alasan kedua dua meter itu rumit

BBM yang kembali di jalur return biasanya lebih panas dari BBM yang masuk, karena sudah melewati mesin yang panas. BBM yang lebih panas punya densitas lebih rendah, jadi massa yang sama memakan volume lebih besar.

Kalau kedua meter hanya menghitung volume, satu liter di jalur return tidak mewakili jumlah BBM yang sama dengan satu liter di jalur supply. Mengurangkan volume mentah akhirnya menimbulkan kesalahan yang tidak ada hubungannya dengan konsumsi mesin yang sebenarnya. Karena itu pengukuran supply dan return biasanya memakai kompensasi temperatur, atau meter yang langsung mengukur massa dan densitas, supaya kedua aliran dibandingkan dengan dasar yang sama.

Yang membuat hasilnya akurat

Karena konsumsi adalah selisih dua angka yang lebih besar, kesalahan kecil di salah satu meter berpengaruh lebih besar pada hasilnya. Dari situ ada beberapa hal praktis:

  • Meter yang sepadan dan terkalibrasi. Kedua meter harus sesuai dengan rentang aliran yang benar-benar dilaluinya dan dikalibrasi supaya kesalahannya tidak menumpuk ke satu arah.
  • Pemasangan yang benar. Udara di jalur, pulsasi kuat, dan posisi pemasangan yang kurang tepat semuanya memengaruhi pembacaan. Filter dan pemisah udara sama pentingnya dengan meternya.
  • Data temperatur dan densitas. Temperatur dan densitas yang terukur memungkinkan kedua aliran dikoreksi sebelum dikurangkan.
  • Cek berkala dengan angka lain. Konsumsi terukur sebaiknya sesekali dibandingkan dengan sounding tangki dan saldo ROB, supaya pergeseran cepat ketahuan.

Sebagian instalasi mengubah jalur return supaya satu meter hanya membaca aliran bersih. Cara ini mengubah sistem BBM mesin, dan cocok tidaknya bergantung pada mesin dan panduan pabrikannya, jadi pendekatan dua meter tetap jadi pilihan yang umum.

Estimasi bukan hal yang sama

Alternatif dari mengukur adalah memperkirakan, biasanya dari jam jalan dikali konsumsi rata-rata. Cara ini bisa masuk akal untuk mesin bantu yang lebih kecil, tapi tidak bisa menunjukkan apa yang terjadi saat mesin digeber, berjalan di beban yang tidak biasa, atau membakar lebih banyak dari perkiraan. Aliran supply dan return yang terukur bisa.

Pengukuran supply dan return di MANTRAZ

Di MANTRAZ, BBM mesin utama diukur flowmeter di jalur masuk dan balik. Dashboard menampilkan RPM, kecepatan, dan konsumsi BBM per mesin berdampingan, lengkap dengan densitas dan temperatur BBM, jam jalan mesin, dan temperatur gas buang. Mesin bantu umumnya diestimasi dari jam jalan, dan laporan memisahkan BBM terukur dan estimasi, jadi Anda selalu tahu angka mana yang berasal dari meter. MANTRAZ sudah terpasang di kapal TB, LCT, MV, dan AHTS.

Untuk melihat pengukuran BBM supply dan return per mesin pada kapal seperti milik Anda, minta demo MANTRAZ.