Fitur

Internet Kapal: Seluler, Starlink, dan Satelit

MANTRAZ memakai jalur apa pun yang dimiliki kapal untuk mengirim datanya ke darat: seluler di dekat pantai, Starlink di laut lepas, dan mode satelit untuk kapal yang tidak punya keduanya. Halaman ini menjelaskan cara kerja internet kapal lewat Starlink, seluler, dan satelit di MANTRAZ, serta data apa yang sampai ke dashboard di tiap jalur. Cocok untuk pemilik kapal dan operator yang sedang merencanakan koneksi kapalnya ke kantor.

Kapal tidak diam di satu jangkauan sinyal

Kapal terus keluar-masuk jangkauan sinyal. Sistem yang hanya jalan dengan sinyal kuat di dekat pelabuhan membuat kantor buta di sebagian besar pelayaran, sementara sistem yang menganggap koneksi selalu sempurna tidak cocok dengan kenyataan di laut. Operator perlu tahu apa yang akan mereka lihat, dan kapan, di tiap jenis jalur.

Tiga jalur data ke darat

Seluler di dekat pantai. Saat kapal ada di jangkauan seluler, gateway di kapal mengirim data lengkap lewat seluler.

Starlink di laut lepas. Di laut lepas, Starlink di kapal membawa data lengkap yang sama, jadi kapal yang memakai Starlink melapor seperti saat dekat pantai.

Mode satelit di aplikasi. Kapal yang tidak punya seluler maupun Starlink tetap bisa melapor lewat mode satelit di aplikasi. Mode ini hanya membawa posisi, RPM, dan data mesin bantu (AE).

Apa yang berubah di mode satelit

Mode satelit menjaga kapal tetap tampil di peta dan menjaga gambaran dasar kondisi mesinnya, tapi tidak membawa semuanya. Pembacaan flowmeter BBM, temperatur, dan power meter kembali normal begitu kapal masuk jangkauan seluler atau Starlink.

Status online juga menyesuaikan. Kapal dengan data lengkap dianggap online kalau GPS-nya masuk dalam 10 menit. Di mode satelit, kapal dianggap online kalau GPS-nya masuk dalam 6 jam, jadi kapal yang melapor lebih jarang tidak keliru ditampilkan seolah hilang.

Saat koneksi putus

Gateway di kapal mengumpulkan data dari sensor dan menyimpannya saat koneksi putus. MANTRAZ tidak butuh internet terus-menerus untuk tetap bekerja di kapal: kapal menyesuaikan diri dengan apa yang bisa dibawa jalurnya saat itu.

Bagi pemilik kapal yang sedang memutuskan cara menghubungkan kapalnya, pertanyaan praktisnya adalah data apa yang dibutuhkan dan di mana. Kapal yang lebih banyak beroperasi di dekat pantai bisa mengandalkan seluler. Kapal yang lama di laut lepas mendapat data lengkap lewat Starlink. Kapal yang tidak punya keduanya tetap terlihat lewat mode satelit, dengan posisi, RPM, dan data mesin bantu.

Starlink, VSAT, atau seluler di dekat pantai sama-sama bisa menjadi jalur pengiriman data ke darat.

Siapa yang memakainya

Pemilik kapal dan operator memakai informasi ini untuk merencanakan koneksi per kapal. Fleet manager jadi paham kenapa sebuah kapal menampilkan data lengkap hari ini dan data yang lebih ringkas besoknya. Tim teknik tahu data apa yang bisa diharapkan dari tiap kapal tergantung posisinya.

Lihat demonya di peta

Babak konektivitas di halaman utama MANTRAZ memungkinkan Anda memilih jalur dan membandingkan data yang sampai ke dashboard. Untuk merencanakan koneksi kapal Anda sendiri, hubungi tim kami untuk demo.