Artikel

Menghitung Konsumsi BBM Kapal

Tiga cara umum menghitung konsumsi BBM kapal

Konsumsi BBM kapal biasanya dihitung dengan salah satu dari tiga cara: dari jam jalan mesin dikali angka konsumsi yang sudah diketahui, dari RPM mesin memakai kurva beban, atau langsung dari flowmeter di jalur BBM. Ketiganya adalah trade-off antara kemudahan pemasangan dan seberapa dekat hasilnya dengan yang sungguh-sungguh terbakar di mesin. Hitungan jam jalan paling sederhana dan paling gak akurat, karena menganggap tiap jam di beban tertentu membakar BBM yang sama. Estimasi berbasis RPM lebih dekat, karena memperhitungkan seberapa berat mesin bekerja, tapi tetap kurva, bukan pengukuran. Flowmeter membaca BBM itu sendiri saat mengalir di jalurnya — satu-satunya dari ketiganya yang mengukur, bukan menduga.

Kenapa mesin utama dan mesin bantu biasanya dihitung berbeda

Mesin utama menggerakkan baling-baling dan jadi biaya BBM terbesar di kebanyakan pelayaran, makanya paling sering dipasangi flowmeter di tempat akurasi benar-benar penting. Mesin bantu, yang menjalankan generator untuk kebutuhan hotel dan dek, lebih sering diestimasi dari jam jalan, karena biaya memasang instrumen di tiap genset jarang sepadan dengan tambahan presisinya. Di MANTRAZ, BBM mesin utama diukur flowmeter di jalur masuk dan balik, sementara BBM mesin bantu umumnya diestimasi dari jam jalan — dan laporan memisahkan kedua angka ini, bukan menjumlahkannya jadi satu angka yang menyembunyikan bagian mana yang terukur.

Mengubah RPM jadi liter per mode operasi

Konsumsi BBM kapal bukan satu angka tetap, dia berubah tergantung cara mesin dijalankan. MANTRAZ memungkinkan operator memberi nama rentang RPM tiap mesin — idle, manuver, jelajah, penuh — lalu mengklasifikasikan setiap menit mesin berjalan ke salah satu mode itu, kemudian menampilkan berapa liter yang habis di tiap mode dan berapa persen dari jam jalannya. Ini menjawab pertanyaan yang lebih berguna daripada "berapa BBM yang habis hari ini": apakah BBM itu habis di jam jalan yang memang gak terhindarkan, atau di waktu RPM penuh yang bisa dikurangi lewat coaching kru.

Konsumsi per voyage, bukan cuma per hari

Konsumsi BBM satu pelayaran biasanya dinyatakan sebagai liter per mil laut (L/NM) atau BBM per jam jalan, supaya bisa dibandingkan antar pelayaran dengan jarak berbeda. Laporan voyage MANTRAZ mencatat jarak, kecepatan rata-rata, L/NM, BBM per jam jalan, lama di tiap mode operasi, dan kondisi ombak sepanjang pelayaran, dan dua voyage di rute yang sama bisa disandingkan untuk melihat delta dalam persen. Begitulah cara sebuah armada tahu bahwa berlayar dengan kecepatan stabil di satu pelayaran memakai BBM jauh lebih sedikit dibanding menggeber lalu memperlambat di pelayaran lain, di rute yang sama, dengan waktu tempuh yang mirip.

Menjaga saldo BBM berjalan

Angka konsumsi menjawab "berapa yang habis," tapi armada juga perlu tahu berapa BBM yang masih ada di kapal sebelum merencanakan pelayaran berikutnya atau memesan bunker. MANTRAZ menjaga saldo berjalan tiap kapal — Remain On Board (ROB) — dihitung dari saldo awal ditambah setiap bunker, dikurangi konsumsi, dengan adjustment supaya saldo cocok dengan isi tangki: ROB = saldo awal + bunker − konsumsi ± adjustment, tercatat harian, mingguan, atau bulanan.

Merinci lebih jauh

Buat yang butuh detail lebih, datalog MANTRAZ mencatat aliran BBM, RPM, dan kecepatan per menit, jam, hari, atau minggu, bisa diunduh sebagai Excel, dan custom chart bisa menumpuk hingga 8 seri lintas kapal atau periode untuk membandingkan aliran BBM, RPM, atau kecepatan jam demi jam.

Cara memulai

Minta demo untuk melihat konsumsi BBM dihitung pada data semirip armada Anda.