Artikel
Starlink vs VSAT Kapal: Memilih Internet untuk Kapal
Starlink vs VSAT kapal adalah pertanyaan yang muncul begitu operator armada mulai memilih cara kapalnya tetap terhubung ke kantor. Keduanya sama-sama koneksi satelit, tapi berasal dari jenis konstelasi satelit yang berbeda, dan perbedaan itu yang membentuk apa yang seharusnya diharapkan pemilik kapal dari masing-masing di atas kapal.
Starlink: konstelasi low earth orbit
Starlink mengandalkan banyak satelit di orbit rendah bumi (low earth orbit), jauh lebih dekat ke bumi dibanding satelit komunikasi tradisional. Karena satelitnya lebih dekat, jarak tempuh sinyalnya lebih pendek, dan jaringan satelitnya dirancang supaya selalu ada satelit terdekat di atas kapal saat kapal bergerak. Terminal penggunanya berupa antena panel datar yang mengikuti satelit mana pun yang sedang berada di atasnya.
VSAT: koneksi satelit geostasioner
VSAT bergantung pada satelit di orbit geostasioner, yang berada jauh di atas satu titik tetap di garis khatulistiwa, dan inilah yang membuat komunikasi satelit maritim sudah berjalan cukup lama dan mapan. Karena satelitnya jauh lebih jauh, sinyalnya menempuh jarak yang lebih panjang di tiap arah, dan ini memang bawaan dari cara kerja koneksi geostasioner. Terminal VSAT di kapal berupa antena piringan yang distabilkan dan harus tetap mengarah ke posisi satelit yang sama di langit, sekalipun kapal oleng, mengangguk, atau berbelok.
Starlink vs VSAT kapal: cakupan dan pemasangan
Cakupan konstelasi low earth orbit bergantung pada berapa banyak satelit yang berada dalam jangkauan suatu posisi, dan ini bisa berbeda antar wilayah seiring konstelasinya terus berkembang. Cakupan satelit geostasioner bergantung pada jangkauan tetap satelitnya, yang melemah ke arah kutub dan di tepi area yang bisa dilihat satelit tersebut. Dari sisi pemasangan, antena panel datar umumnya lebih sederhana dipasang dan bagian bergeraknya lebih sedikit dibanding antena piringan yang distabilkan, sementara antena piringan adalah peralatan yang sudah lama dikenal dan terbukti di kapal-kapal yang memakainya bertahun-tahun. Tidak ada yang otomatis lebih unggul; pilihan yang tepat bergantung pada rute yang benar-benar dilayari kapal dan apa yang sudah terpasang di kapal tersebut.
Kenapa sistem monitoring harus bisa menoleransi keduanya
Kapal tidak selalu memakai jenis koneksi yang sama sepanjang pelayaran, jadi sistem monitoring yang hanya dibangun untuk satu jenis koneksi akan meninggalkan celah setiap kali kapal memakai koneksi lain, atau tidak memakai keduanya. Pendekatan yang lebih berguna adalah gateway di kapal tetap mengumpulkan pembacaan dari sensor apa pun jenis koneksinya, menyimpannya secara lokal saat sama sekali tidak ada koneksi, lalu mengirim semuanya begitu koneksi jenis apa pun kembali tersedia.
Konektivitas di MANTRAZ
MANTRAZ memperlakukan Starlink, VSAT, dan seluler dekat pantai sebagai jalur berbeda yang sama-sama bisa mengantarkan data kapal ke dashboard, bukan mewajibkan satu jenis koneksi tertentu. Saat kapal tidak punya koneksi sama sekali, gateway di kapal tetap menyimpan pembacaannya dan mengirimkannya begitu koneksi kembali, jadi perubahan konektivitas memengaruhi kapan data sampai, bukan apakah datanya terkumpul.
Untuk melihat cara kerja konektivitas pada armada yang memakai campuran Starlink, VSAT, dan seluler, minta demo MANTRAZ.